lahter face 02

lahter face 02
[MF]T

Mengenai Saya

Foto saya
tanjungpinang, kepri, Indonesia
CINTA ajarkan kami untuk SETIA. KETULUSAN ajarkan kami untuk BERKORBAN. PENDERITAAN ajarkan kami untuk BERTAHAN. PENINDASAN ajarkan kami untuk MELAWAN.

Jumat, 01 Juli 2011

editing foto :)

Sekali waktu, mengedit foto adalah tugas nyata. Butuh banyak waktu dan membosankan. Anda bisa membayangkan pada jam pengeluaran jika Anda ingin melakukan sesuatu di luar sederhana penggelapan atau meringankan gambar.
Jika Anda harus cat jauh fitur yang akan Anda harus membuat gambar yang sama sekali baru dan memotong sedikit demi sedikit objek ke dalam gambar baru. Misalnya, jika Anda punya foto kelompok dan Anda ingin ‘menghilangkan’ salah satu anggota kelompok, bisa mengambil hari ini.
Sekarang, program komputer seperti Photoshop membuatnya cepat dan mudah untuk mengedit foto. Ini adalah perbedaan besar dalam dunia editing foto. Sekarang mudah untuk bermain dengan pencahayaan dan eksposur.
Ini juga sekarang lebih mudah untuk mengubah gambar sama sekali. Ini dapat sangat disayangkan. Anda sekarang dapat mengambil gambar dan, tanpa banyak kesulitan, mengambil elemen atau menambahkan unsur-unsur yang tidak ada di sana saat foto diambil.
Tombol ini menampilkan titik lengket, mana foto jurnalistik yang bersangkutan. Jurnalis, termasuk photojournalists, yang seharusnya hadir secara akurat apa yang terjadi. Ada perbedaan antara mengoreksi cetakan warna gambar, dan mengubah langit kusam ke matahari terbenam gelap dan menakjubkan.
perubahan kecil lainnya adalah sama saja dengan berbohong pengunjung. Misalnya, jika Anda menambahkan asap adegan, atau menambahkan lebih banyak orang untuk membuat sebuah kerumunan tampak lebih besar, hal ini tidak membuat lebih dramatis atau meningkatkan keterwakilan tersebut. Anda fictionalizing gambar dan tidak patut.
Di mana batas antara hanya membuat foto yang lebih baik, dan membuat sebuah foto itu bukan gambar yang diambil? Jika Anda menambah atau mengurangi unsur yang mengubah makna dari gambar itu, Anda sudah terlalu jauh. Menambah atau menghapus informasi adalah-no. Itu termasuk memotong informasi untuk seolah-olah menyebabkan masuk akal seperti “itu kabur.” Itu bukan intinya. Jika Anda mengubah konten, Anda sudah terlalu jauh.
Ingat ini ketika Anda mengedit foto Anda sendiri. Itu satu hal jika foto dimaksudkan untuk menjadi “seni.” Kemudian, fotografer dapat melakukan apa pun, tidak seharusnya ketat representatif. Berita fotografi, sementara dapat seni, bukan seni dan jurnalis foto adalah seorang jurnalis dan bukan seniman.


ini hasil editan dari [melodicfotograf]

Kamis, 02 Juni 2011

Prinsip fotografi , sejarah fotografi tradisional dan modern , klasifikasi fotografi , istilah - istilah fotografi dalam [melodicfotogrfa]

Prinsip fotografi adalah mem fokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas (intensitas) cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).


Fotografi berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan atau lukisan.
Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.
Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya.
Jadi dapat di katakan dalam fotografi jika tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat betul kan ?

dalam fotografi Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat dalam menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture ), dan Kecepatan Rana ( shuter Speed ) . Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure)
Dalam Fotografi sekarang ini dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO pada fotografi digital

Sejarah Fotografi

Pada abad ke-5 sebelum masehi, ada orang yang bernama MoTi, berhasil menemukangejala fotografi.
gejala fotografi yang terlihat pada waktu itu adalah apabila sebuah ruangan gelap ada lubang yang memancarkan sinar, maka di tembok suatu ruangan tersebut akan terlihat gambar sumber cahaya tadi secara terbalik.
Ibn Al-Haitham, seorang Arab juga menemukan menemukan gejala yang sama.
Foto pertama dibuat pada tahun 1826 selama 8 jam.
Tahun 1837 Louis-Jacques- Mandé Daquerre dinobatkan menjadi  bapafotografidunia . Camera Obscura merupakan kamera yang pertama kali yang dipakai untuk memotret.
pada tahun 1888 di Amerika Kamera Kodak (Eastmant Kodak) pertama kali dipatenkan
Tahun 1900 seorang Juru gambar telah mencipta kamera Mammoth. Kamera ini amat besar ukurannya dimana beratnya 1,400 pound. Lens seberat 500 pound. Sewaktu mengubah atau memindahkannya membutuhkan tenaga manusia sebanyak 15 orang

Cabang Fotografi

berdasarkan Obyek fotgrafi nya, di antaranya:
Fotografi bentang alam ( Nature / Landscape)
Dalam fotografi bentang alam obyek yang di foto adalah biasanya merupakan bentang alam, yang memiliki keindahan tersendiri atau digunakan untuk menjelaskan keadaan profil alam pada suatu daerah, dalam dunia industri foto landscape juga digunakan untuk dokumentasi pembangunan profil area ( lansekap ) dan laporan penelitian, biasanya fotografer bentang alam memiliki kemampuan dan hobi traveling dan menjelajah alam

Fotografi Satwa dan flora
fotografi ini memiliki obyek khusus satwa dan flora, dan menurut saya merupakan object yang sulit  dan terkadang menantang bahaya anda bisa bayangkan anda me motret komodo atau buaya dalam komunitasnya, fotografi satwa biasanya digunakan untuk menggali keindahan satwa dan flora dan juga mengklasifikasi  satwa dan flora

Fotografi Dokumentasi
fotografi ini untuk mendokumentasikan suatau event atau peristiwa, biasanya setidaknya pada jaman dahulu fotografi ini tidak di tuntut dalam keindahan foto komposisi warna ataupun seni, tapi hanaya untuk melengkapi dan lebih menjelaskan suatu berita acara, akan tetapi dalam perkembangan fotografi modern fotografidokumentasi, komposisi gambar dan sentuhan seni sudah menjadi tuntutan, dan dikarenakan pada event modern time linenya pendek maka fotografer dituntut untuk tidak ketinggalan moment moment penting dalam acara tersebut

Fotografi Jurnalistik
Foto jurnalistik adalah foto yang merekam suatu berita, dan menjelaskan suatu keadaan dan peristiwa yang biasanya besar,  kekuatan foto berasal dari kemapuan foto dalam menjelaskan suatu peristiwa biasanya foto jenis ini digunakan sebagai penunjang berita teks di mediai koran atau majalah.







Dancabang fotografi lainya yang belum di deskripsikan...
Fotografi Seni (Fine Art)
Fotografi Studio
Fotografi Udara (Aerial)
Fotografi Komersial
Fotografi Interior
Fotografi Fashion





HASIL PRA WEDDING [MELODICFOTOGRAF]

Istilah Fotografi

Dalam bahasa indonesia beberapa  istilah fotografi membingungkan bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Oleh karena itu istilah yang sudah berlaku umum tetap dipertahankan

Fotografi Cahaya (light)
Faktor dasar terjadinya fotografi adalah cahaya, karena jika tidak ada cahaynya tidak mungkin foto bisa di buat

Fotografi Eksposur (exposure)
Eksposur exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.
Untuk membantu fotografer mendapat setting paling tepat untuk exposure , digunakan lightmeter. Lightmeter, yang biasanya sudah ada di dalam kamera, akan mengukur intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Sehingga didapatexposure normal. 
Fotografi Rentang dinamis (Dynamic range)
fotografiRentang dinamis (Dynamic range) adalah rasio rentang luminasi cahaya yang dapat direkam sensor kamera dari seluruh rentang luminasi cahaya subyek. exposure pada tingkat iluminasi yang sama di atas di atas focal plane dapat menghasilkan foto dengan efek luminasi yang berbeda karena respon sensor kamera yang berbeda pada nilai ISO ratingnya. Efek luminasi itu juga disebut exposure , sebutan populer lain adalah imposure atau light value atau brightness value atau level of exposure atau exposure altitude atau exposure range yang menunjukkan tingkat visibilitas subyek fotografi. 
Fotografi Rana / Kecepatan (Suter Speed)
Rana atau penutup (Bahasa Inggris: shutter) dalam istilah fotografi adalah tirai pada kamera yang menutupi permukaan atau sensor foto. Jika tirai ini terbuka maka akan terjadi exposure pada permukaan film atau sensor foto tadi.
Awalnya shutter dibuat dari lempengan logam, namun kebanyakan kamera modern menggunakan penutup yang dibuat dari kain untuk mengurangi berat kamera dan untuk mendapatkan kecepatan rana yang lebih cepat. Penutup yang terbuat dari kain memiliki kekuatan sekitar 50,000 hingga 200,000 kali proses buka-tutup (melakukan exposure ). Kain penutup yang aus atau rusak bisa dengan mudah diganti di pusat layanan purna jual merek kamera yang bersangkutan.
Lamanya tirai ini terbuka ditentukan oleh setelan kecepatan rana pada kamera.

Fotografi Diafragma (Aperture)
Aperture dalam istilah fotografi adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera.
Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7 atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran dari lubang bukaan (rana / shuter)  lensa dimana cahaya akan lewat. Bukaan akan mengembang dan menyempit persis seperti pupil di mata manusia.

Fotografi ISO / ASA
Kecepatan film dalam istilah dalam fotografi adalah untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan (Inggris: exposure) yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan exposure yang singkat.

Minggu, 29 Mei 2011

Trik Belajar Fotografi dengan Kamera Digital

Pertama kali yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis kamera digital. Anda harus tahu apa yang anda inginkan, pocket ataukah prosumer atau langsung DSLR? Yang penting jangan pernah memilih kamera digital yang dapat menyulitkan diri anda sendiri dalam pengoperasiannya. Setelah itu berkenalanlah dengan kamera anda, setidaknya minimal satu bulan sebelum anda bener-bener memotret. Jadikan ajang pe-D-K-te ini untuk mengetahui setelan the worst and the best-nya kamera anda. 1. Selalu bawa kamera kemanapun anda pergi.
Kamera = Kekasihmu, mata anda sekarang adalah lensa, sudut pandang anda = frame, dan yang anda lihat saat itu adalah komposisi ruang dan waktu. Yang anda lihat adalah obyek dengan balutan background dan ruang –yang indah dimanapun itu, dimana oleh cahaya yang terpancar dari waktu. Sehingga pagi dan sore hari sangatlah cocok buat anda untuk berjalan santai dengan kamera anda.
Ketika anda bepergian, entah itu mau pergi ke kantor, sekolah, tempat ibadah, ataupun sedang jalan santai, abadikan setiap momen yang menarik bagi anda, no time for thinking.. ekspos obyek tersebut, Dan jangan terlalu sering review setelah motret, karena bisa saja anda akan kehilangan beberapa momen berharga bersama objek anda, di level ini yang anda kejar adalah kuantitas bukan kualitas (belum saatnya)
Remember, alasan utama mengapa anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto adalah karena anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun anda bepergian karena anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan anda temui nanti.
2. Perhatikan komposisi.
Menurut beberapa orang mempelajari aturan-aturan komposisi adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya anda harus mempercayai mata anda. Jadi mana yang benar?? Mana yang harus kita ikuti??!! Aturan komposisi atau mata kita?
Kalau menurut saya, sebaiknya kita sebagai newbie hendaklah memiliki pengetahuan dan menerapkan aturan-aturan komposisi sebagai batu pijakan kita, untuk mengemasnya lebih baik di masa yang akan datang. Jangan jadi newbie yang tak berpengetahuan dasar dalam memotret, karena nantinya kita tidak akan bisa berkembang. Mungkin bisa ikut dalam [melodicfotograf] untuk tambah pengetahuan
3. Sering latihan mata dan insting
Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut.
Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensi al dalam meningkatkan insting fotografi Anda. Selanjutnya bisa sharing dengan yang lain, dan minta komplimen mereka dan saring sebanyak-banyaknya pendapat dari berbagai macam tipe komentator…;-p
4. Wajib kenal dengan kamera yang kita bawa

Anda perlu menghafal setiap fitur pada kamera anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur anda dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera anda satu-persatu melalui aktivitas fotografi. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan anda. Dengan demikian anda tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.

 (HASIL DARI KAMERA DIGITAL)

Teknik Sudut Pengambilan Foto

              Salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilan objek. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu, jika kita ingin mendapatkan satu moment dan mendapatkan hasil yang terbaik, kita jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajar dengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah, samping sampai kepada sudut yang ekstrim.

Nah, pada postingan kali ini saya akan membahas beberapa teknik sudut pengambilan sebuah foto, yaitu :

• Pandangan sebatas mata (eye level viewing )
Paling umum, pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri, hasilnya wajar/biasa, tidak menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjol kecuali efek-efek yang timbul oleh penggunaan lensa tertentu, seperti menggunakan lensa sudut lebar, mata ikan, tele, dan sebagainya karena umumnya kamera berada sejajar dengan subjek.

• Pandangan burung (bird eye viewing)

Bidikan dari atas, efek yang tampak subjek terlihat rendah, pendek dan kecil. Kesannya seperti kecil terhadap subjek. Manfaatnya seperti untuk menyajikan suatu lokasi atau landscap.

• Low angle camera

Pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang timbul adalah distorsi perspektif yang secara teknis dapat menurunkan kualitas gambar, bagi yang kreatif hal ini dimanfaatkan untuk menimbulkan efek khusus. Kesan efek ini adalah menimbulkan sosok pribadi yang besar, tinggi, kokoh dan berwibawa, juga angkuh. Orang pendek akan terlihat sedikit normal. Menggambarkan bagaimana anak-anak memandang dunia orang dewasa. Termasuk juga dalam jenis ini pemotretan panggung, orang sedang berpidato di atas mimbar yang tinggi.

• Frog eye viewing

Pandangan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak diarahkan ke atas, tetapi mendatar dan dilakukan sambil tiarap. Angle ini digunakan pada foto peperangan, fauna dan flora.

• Waist level viewing

Pemotretan sebatas pinggang. Arah lensa disesuaikan dengan arah mata (tanpa harus mengintip dari jendela pengamat). Sudut pengambilan seperti ini sering digunakan untuk foto-foto candid (diam-diam, tidak diketahui subjek foto), tapi pengambilan foto seperti ini adalah spekulatif.

• High handheld position

Pemotretan dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi dengan kedua tangan dan tanpa membidik. Ada juga unsur spekulatifnya, tapi ada kiatnya yaitu dengan menggunakan lensa sudut lebar (16 mm sampai 35 mm) dengan memposisikan gelang fokus pada tak terhingga (mentok) dan kemudian memutarnya balik sedikit saja. Pemotretan seperti sering dilakukan untuk memotret tempat keramaian untuk menembus kerumunan.